Capres nomor 1, Prabowo Subianto, mengingatkan kepada
rivalnya, Jusuf Kalla (JK), bahwa dirinya pernah mendapat teguran keras
akibat sikap menolak impor beras dalam kapasitasnya selaku Ketua Umum
Himpunan Kerukunan Tani
Indonesia (HKTI).
"Serangan"
dari Prabowo itu terlontar untuk menjawab pertanyaan dari capres nomor
urut 2, Joko Widodo, dalam ajang debat capres-cawapres di
Hotel Bidakara,
Jakarta, Sabtu malam (5/7).
Awalnya, Capres nomor 2 bernama beken Jokowi itu mempertanyakan soal impor beras 2,7
juta
ton pada 2012. Sementara pada 2008, bisa terjadi swasembada. Dia
menanyakan itu kepada Hatta mengingat ia adalah Menko Perekonomian di
era SBY-Boediono dan Prabowo sebagai Ketum HKTI.
Menanggapi pertanyaan itu, cawapres Hatta Rajasa, menjawab pertama.
Dia
tegaskan bahwa kalau melihat data dari tahun 2000 sampai sekarang,
Indonesia tidak pernah mengimpor beras jika tidak terjadi krisis pangan
atau gangguan yang genting.
Meneruskan jawaban Hatta, Prabowo
mengatakan, selama bertahun-tahun, ia selaku Ketua Umum HKTI tak bosan
mengingatkan pemerintah untuk menghentikan impor beras jika keadaan
tidak mendesak.
"Saya selalu ingatkan pemerintah (untuk tidak
mengimpor). Tapi Pak JK ingat, waktu itu bapak selaku Ketua Umum Golkar
dan saya sebagai anggota Golkar. Bapak pernah menegur saya karena
statement saya menolak impor beras," tegasnya.
Merujuk
pada pernyataan Prabowo itu, kejadian itu berarti terjadi ketika JK
masih menjabat Wakil Presiden RI periode 2004-2009 sekaligus sebagai
Ketua Umum Golkar pada periode yang sama.
Mendengar pernyataan dari lawan debatnya itu, JK yang duduk di seberang bersama Joko Widodo, tampak hanya tersenyum.
Debat
capres-cawapres putaran terakhir digelar di Hotel Bidakara, Jakarta
Selatan, dan dimulai pukul 20.30 WIB. Tema debat adalah 'Pangan,
Energi dan Lingkungan'.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih Rektor Universitas Diponegoro, Prof Sudharto P Hadi, Phd, sebagai
moderator. Menurut KPU, nama itu sudah disepakati kedua kubu calon.
RMOL.